kontakpublik.id, LEBAK--Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kerta, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dikeluhkan wali siswa. Pasalnya, menu yang diterima dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi anggaran
Sebab hanya berisi dua helai keju, satu bungkus bolu kukus, lima biji kurma, satu bungkus kacang ga ada susu dengan perkiraan harga sekitar Rp. Rp 8 ribu per perporsi.
Informasi yang dihimpun dari Wali siswa oleh media ini meminta namanya dirahasiakan, dirinya mengetahui secara pasti besaran anggaran yang dialokasikan untuk setiap penerima manfaat seharusnya 10 ribu.
Namun ia menilai menu yang dibagikan pada kamis tanggal 26 Pebuari 2026 tersebut tidak mencerminkan nilai anggaran yang seharusnya diterima siswa/siswi. Demikian katanya pada Jum'at (27-02-2026)
Parahnya lagi menu hari ini Jum'at 27 Pebuari 2026dikantong pelastik hanya berisi Pisang mulih 2
Telor 2
Ubi sepotong
Kacang 1 bungkus diperkirakan sekitar Rp. 8000. Jelasnya
Sementara Erawan selaku pendaping Wali siswa berpendapat, bahwa MBG yang diluncurkan pemerintahan Prabowo Subianto pada 2025 hingga kini 2026 menghadapi tantangan serius, terutama terkait pengalokasian anggaran, dengan banyaknya kasus diberbagai daerah. Masalah utama muncul pada Menu makanan yang diduga tidak sesuai spek.
Nah disitu ada tata kelola Program MBG yang berdampak pada Carut-marut pelaksanaan, salah satu program andalan Presiden Prabowo ini. mengemuka dalam kasus Menu MBG yang terjadi di daerah kerta. Untuk itu, pemerintah perlu menghentikan dan mengevaluasi jalannya program ini.
Alhasil Sejumlah orang tua siswa dari SD tamansari 2 Desa Tamansari mengeluhkan terhadap pelayanan makan bergizi gratis (MBG) yang dikelola SPPG di bulan romadhan, Wali Siswa meminta kepada pihak pengelola untuk memberikan pelyanan yang terbaik pada bulan ramadhan 1447 H/2026 M. Katanya
Pihak SPPG Kerta dan Mitra , Kecamatan Banjarsari belum terkonfirmasi hingga berita ini di UP dan terus menunggu klarifikasi dari para pihak (Rudi Bako)
