kontakpublik.id, SERANG--Potensi bangsa dan negara Indonesia menjadi motor penggerak sekaligus pusat gerakan kesadaran kebangkitan dan pemahaman spuritual untuk membangun peradaban dunia yang baru - harmoni, rukun dan damai serta lebih manusiawi - sangat memungkinkan bagi Indonesia yang memang memiliki potensi cukup besar dan banyak serta beragam dari kekayaan alam serta budaya yang kuat tumbuh dari beragam suku bangsa Indonesia yang memiliki kekayaan corak dan warna serta keunikannya yang mengakar kuat dan dalam pada masyarakat dari berbagai daerah - dengan kearifan lokalnya yang khas - majemuk dan kuat.
Peran masyarakat adat dalam membangun dan membangkitkan kesadaran dan pemahaman spiritual sebagai penuntun hidup dan kehidupan, pasti sangat besar manfaat dan fungsinya, karena memang memiliki adat istiadat dan tradisional dengan muatan nilai spiritual yang tinggi dan kuat.
Nilai-nilai spiritual yang terpendam dalam masyarakat adat dari berbagai suku bangsa Indonesia ini dapat menjadi modal dasar serta rujukan yang menginspirasi untuk membangun dan mengembangkan nilai-nilai manusiawi yang lebih bersifat universal dan mengglobal.
Nilai-nilai spiritual dalam masyarakat keraton misalnya, percaya pada kekuatan supranatural dan spiritual yang masih relatif terpelihara sampai abad teknologi modern sekarang ini. Penghormatan pada para leluhur dengan segenap rasa cinta dan kasih yang tiada tara itu, adalah energi luar biasa yang tidak banyak dimiliki oleh bangsa-bangsa lain di dunia ini. Sehingga keseimbangan hidup yang harmoni dengan alam lingkungan alam sebagai ejspredo dari kekuasaan Tuhan dapat terus terjaga. Begitu juga sikap dan sifat gotong-grmoyong, solidaritas, ikatan rasa kekeluargaan menyatu dalam upacara adat serta aktivitas kehidupan aehari-hari maupun dalam acara ritual keagamaan yang acap diimplentasikan dalam meditasi- tafakur - pembacaan do'a atau pun mantra, zikir serta beragam laku spiritual sebagai upaya untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.
Peran masyarakat adat sendiri jelas akan sangat besar oerabanannya dalam upaya membangkitkan gerakan kesadaran dan pemahaman spiritual untuk menjadi penuntun hidup yang lebih baik dan berkualitas dalam pengertian manusiawi yang lebih beradab.
Peran masyarakat adat bisa lebih maksimal ikut melestarikan dan terus mengembangkan kualitas spiritual yang sudah ada dalam masyarakat. Melakukan edukasi, sebagai contoh, serta menjadi pembimbing warga masyarakat untuk memahami dan menghargai keberagaman laku spiritual yang memang belum ada acuan bakunya untuk dijadikan pakem atau semacam panduan umumnya bagi semua orang yang beranjak dari berbagai latar belakang adat dan budaya serta agama bahkan latar belakang pendidikan serta tata aturan yang ada di dalam setiap keluarga.
Potensi bangsa dan negara Indonesia untuk menjadi pusat gerakan kebangkitan kesadaran spiritual sungguh meyakinkan untuk membangun peradaban baru dunia yang baru yang lebih beradab dan manusiawi. Masalahnya tinggal kemauan dan kesiapan bangsa Indonesia untuk mengambil inisiatif terdepan tersebut, sebagai motor penggerak dan pembangkit dari gerakan kebangkitan kesadaran dan pemahaman spiritual yang dapat menjadi pilihan terbaik menata dunia yang lebih harmonis membahagiakan dalam kentaman dan suasana damai dalam kebersamaan tanpa tekanan dan penindasan.
Oleh karena itu peluang dan kesempatan bagi bangsa dan negara Indonesia untuk menjadimencu
suar dan cahaya penyerang dunia dapat segera dimulai, untuk sekaligus menjadi pertanda Indonesia Emas (tahun 2045) agar tidak sekedar mimpi dan angan-angan belaka. Banten, 31 Maret 2026 (red)
