Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

MUSCAB DPC KWRI Kab. Lebak Ke-3 Digelar

Senin, 05 Januari 2026 | 21.17 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-05T14:17:09Z

 



kontakpublik.id, LEBAK--Kabupaten Lebak (Januari 2026) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Kabupaten Lebak baru saja melaksanakan Muscab ke-3, menunjukkan kegiatan yang sedang berlangsung.


Secara umum, momen penting untuk regenerasi dan konsolidasi, memastikan organisasi tetap relevan dan berpegang teguh pada nilai-nilai jurnalistik reformasi. Tujuan Muscab KWRI,

Regenerasi Kepemimpinan, Memilih ketua dan pengurus baru DPC, Konsolidasi Organisasi, Memperkuat soliditas, integritas, dan akuntabilitas anggota.


Evaluasi dan Arah Baru,  mengevaluasi program kerja sebelumnya dan merumuskan langkah ke depan untuk menghadapi tantangan zaman, Penegakan Prinsip, Menegaskan kembali semangat reformasi, kebebasan pers, profesionalisme, dan etika jurnalistik.


Begini:

Musyawarah Cabang Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI ) Kabupaten Lebak ke 3 digelar pada tanggal 27 Desember 2025 lalu, terpilih secara aklamasi Sdr Maman Wahyudin, bertempat di Aula Kantor Bantengate.id Jalan Ir. H. Juanda No 3 Rangkasbitung, Lebak,  Banten. Senin (05-01-2026)


MUSCAB dihadiri oleh Ketua DPD KWRI Provinsi Banten H Edi Murpik, Ketua dan pengurus DPC KWRI Kabupaten Pandeglang, dan seluruh pengurus dan anggota KWRI Kabupaten Lebak, serta turut hadir Ketua Umum DPP KWRI Ozzy Sulaiman Sudiro SH. M.sc. melalui sambungan Vidio Calling (VC) WashApp. 


Ketum DPP KWRI Ozzy Sulaiman Sudiro menyampaikan, bahwa Kemerdekaan Pers sekarang ini dinilai sudah dibajak oleh penguasa dan pengusaha pers dzolim dan para wartawan yang menganut mitos-mitos sesat. Mereka yang berpikir “super body untouchable” tidak dapat disentuh oleh hukum yang syahwatnya hanya mencari-cari kesalahan orang lain, sebagai alat oposisi untuk mendapatkan fulus.


"Ironisnya yang mengklaim dirinya wartawan dan tanpa berbekal disiplin ilmu jurnalistik yang handal, dengan “bim salabim, abra kadabra”, maka dengan sekejap jadilah wartawan “Muntaber” (Muncul Tanpa Berita). Dengan beberapa ID Pers yang menempel disaku hingga melingkar di leher yaitu, para wartawan yang muncul tanpa berita, memualkan, mengocok isi perut sampai membuat pening kepala, memang kemerdekaan Pers masih belum menjamin lahirnya Pers yang baik kinerjanya, sebagaimana sistem demokrasi di tanah air kita, tidak menjamin tegaknya warisan, keadilan dan hak asasi". Ujarnya.


Sementara Ketua DPD KWRI Provinsi Banten Edi Murpik berpesan pada teman-teman jurnalis yang tergabung di KWRI menjaga Marwah nya dan harus terus belajar dan rajin membaca (bayani) baik ayat-ayat Qouliyah dan aya-ayat kauniyah tentang apa yang harus diperbuat dan apa yang harus di informasikan.


"Membaca bagi seorang jurnalis adalah hal yang penting begitupun mengkaji (burhani) adalah sebuah keharusan, wartawan harus piawai mengkaji, piawai memilih dan memilah informasi agar tidak terjebak' dalam lingkaran yang menyesatkan dengan demikian akan terbangun pemahaman maupun filosofi yang berintegritas" ujarnya .


Ia juga menambahkan Wartawan juga melakukan Irfani artinya mampu berbuat dan mampu menyajikan sebuah berita karya jurnalistik melalui media, karya jurnalistik tersebut menjadi sebuah infak informasi kepada publik yang bermanfaat dan lnsyaallah menjadi amal jariyah". (Red)

×
Berita Terbaru Update