Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jacob Ereste : Warnasari Diskusi Rutin GMRI Mulai Dari Gen-Z Hingga Program Pemerintah Yang Pro Rakyat

Selasa, 14 April 2026 | 06.21 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-13T23:21:52Z

 




kontakpublik.id, BOGOR--Spiritual itu sangat dahsyat, seperti Rudal Scout yang tidak boleh ditembakkan ke burung Pipit, kata Asep Syaifullah, saat pertemuan rutin GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia)  Senin-Kamis,  13 April 2026 di Sekretariat GMRI, Jl. Ir. H. Juanda No.4 A, Jakarta Pusat. Topik diskusi yang bermula dari kehadiran "Kitab MA HA IS MA YA" untuk segera  disosialisasikan dalam skala internasional makin matang realisasinya, karena menurut Asep Syaifulah yang sarat memiliki nilai-nilai religius yang diperlukan oleh warga masyarakat dunia yang tengah terguncang oleh peradaban yang tengah mencari bentuk, termasuk pengaruh perang di Timur Tengah yang menjadi ancaman sekaligus harapan terhadap kehancuran atau perbaikan.


Spiritual yang kini mulai merasuk ke kalangan Gen-Z atau Gen Spirit to All memang paling efektif untuk melakukan penyebaran pemahaman kesadaran spiritual yang sangat dibutuhkan manusia di bumi untuk memperoleh suasana yang harmonis, damai dan nyaman hidup berdampingan sesama bangsa-bangsa lain dari berbagai pelosok  bumi. Diskusi tentang Gen-Z semakin menarik dan  menukik semakin dalam setelah Reza B. Surianegara, Direktur Mahakarya Bhumi Hambalang ikut bergabung dan mengulas potensi Gen-Z yang sangat potensial untuk menjadi motor penggerak percepatan gerakan kebangkitan kesadaran pemahaman spiritual  segera mendunia 


Diskusi pun semakin menarik ketika Sri Eko Sriyanto Galgendu, melihat semua program Presiden Prabowo Subianto sungguh bagus, masalahnya adalah dalam hanya dalam teknis pelaksanaan yang terkesan ingin selalu cepat, sehingga berdampak pada hasil kerja yang tidak maksimal. Karena ada kecenderungan dari para operator di  tingkat pelaksanaan di lapangan yang memanfaatkan kesempatan itu untuk kepentingan pribadi maupun kelompoknya saja. Sehingga akan lebih bijak segera diperbaiki, agar niat baik bisa lebih maksimal dapat dinikmati oleh rakyat. 


Program Presiden Prabowo yang tampak serius pro rakyat seperti hendak meningkatkan gizi dalam program MBG,  Sekolah Rakyat serta  Koperasi Merah Putih  dan sejumlah program yang tampak ingin meningkatkan kesejahteraan rakyat. Namun yang tidak kalah menarik dari program Presiden Prabowo, menurut Pemimpin Spiritual Nusantara ini adalah nasionalisasi aset yang sesungguhnya dapat dikelola oleh pemerintah Indonesia sendiri, sehingga layak untuk didukung oleh segenap komponen bangsa Indonesia. 


Jadi, sekiranya dalan pelaksanaan teknis semua program pemerintah Indonesia dapat segera dibenahi,  setelah program dilakukan, idealnya sudah bisa dievaluasi secara komprehensif  dengan menerima kritik dan saran yang  jujur dan cerdas dari warga masyarakat.


Kritik dan masukan dari warga masyarakat sudah cukup banyak untuk menjadi pertimbangan. Sebab dalam program MBG saja, jelas manfaatnya untuk warga masyarakat. Namun hasilnya bisa lebih maksimal bila teknis pelaksanaan dari semua program yang jelas pro rakyat itu dievakuasi teknis pelaksanaannya.


Jika saja MBG dapat dilakukan lebih efektif dan efisien, pasti hasilnya setelah sekian waktu berjalan segera akan tampak hasilnya, minimal apresiasi yang lebih positif dari warga masyarakat untuk berbagai  program pemerintah yang sungguh sangat terkesan cukup cepat dan cekatan ini, bisa terus disempurnakan teknis dan cara  pelaksanaannya, sehingga manfaat dari berbagai program yang jenial tersebut itu dapat lebih maksimal dinikmati oleh rakyat. pelaksana teknis 


Artinya, jangan lantaran tingkat pelaksanaan teknis di lapangan itu sudah dianggap baik, tetapi pembenahan untuk lebih maksimal memberi pelayanan bagi rakyat, patut dan wajar untuk terus ditingkatkan kualitas mutu dari pelaksana  program yang dilakukan itu.


Program "Sekolah Rakyat" yang dilakukan pemerintah jelas sebagai upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, seperti yang diamanahkan oleh UUD 1945. Begitu juga upaya mengatasi kemiskinan melalui program Koperasi Merah Putih yang dapat meringankan beban ekonomi rakyat dalam konteks  mengatasi masalah  kemiskinan rakyat di pedesaan. Demikian warna sari dari topik diskusi rutin GMRI L, Senin-Kamis, 13 April 2026, mulai dari program diplomasi spiritual hingga sosok Gen-Z dan program pemerintah yang pro rakyat, patut menjadi perhatian serta dukungan dari segenap elemen bangsa untuk masa depan Indonesia yang lebih baik dan sejahtera, dalam pengertian lahir dan bathin. Pecenongan, 13 April 2026 (red)

×
Berita Terbaru Update