Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

APJI Banten Dorong UMKM Kuliner Naik Kelas

Selasa, 26 Mei 2026 | 15.13 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-26T08:13:01Z

 



kontakpublik.id, SERANG — Ketua Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia Provinsi Banten, Moh Furqon, menegaskan pentingnya kolaborasi dan penguatan usaha kuliner lokal melalui wadah organisasi yang solid dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan bertajuk Perempuan Berdaya UMKM Naik Kelas: Olahan Makanan dan Social Media Marketing yang digelar di Aula Universitas Primagraha, Senin (25/5/2026).


Dalam sambutannya, Moh Furqon menjelaskan bahwa APJI merupakan organisasi yang menghimpun para pelaku usaha kuliner, mulai dari pemilik restoran, bakery, katering, hingga pelaku usaha rumahan. Menurutnya, keberadaan organisasi menjadi sarana untuk memperkuat jaringan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota.


“APJI itu tempat berkumpulnya para pelaku usaha jasaboga. Yang punya restoran, bakery, usaha rumahan, semua bisa bergabung dan berkembang bersama,” ujarnya.


Ia menambahkan, perubahan yang terjadi di tubuh organisasi harus menjadi energi positif untuk mempererat kekeluargaan dan meningkatkan kualitas usaha anggota. Menurutnya, APJI Banten akan terus menjadi wadah pembinaan bagi pelaku UMKM agar mampu bersaing di era digital.


Moh Furqon juga menyoroti pentingnya pengolahan makanan dan pemanfaatan media sosial sebagai strategi pemasaran modern. Ia mengajak para peserta untuk berani memasarkan produk secara digital agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.


“Sekarang kalau punya produk, bisa dipasarkan melalui platform digital dan media sosial. Ini peluang besar bagi UMKM untuk berkembang lebih cepat,” katanya.


Dalam visi kepemimpinannya, Moh Furqon ingin APJI Banten menjadi motor penggerak pemberdayaan pelaku usaha kuliner di seluruh wilayah Banten. Ia berharap para peserta pelatihan mampu menghasilkan produk berkualitas, memiliki legalitas usaha, hingga sertifikasi halal agar dapat diterima masyarakat luas.


“Saya ingin semua ibu-ibu yang punya produk bisa berkembang, punya semangat usaha, produknya enak, penjualannya meningkat, dan usahanya naik kelas,” tuturnya.


Kegiatan tersebut juga diisi pelatihan praktik baking pembuatan sale pisang dan banana coin yang dipandu oleh Ida Noor selaku founder STIKES Indonesia dan trainer dari Yayasan Indonesia Setara. Program tersebut menjadi bagian dari pemberdayaan perempuan melalui pelatihan keterampilan usaha dan pemasaran digital.


Ida Noor menjelaskan bahwa peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan produksi makanan, tetapi juga materi teknik pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk membuat brosur pemasaran digital. Peserta bahkan ditantang menjual produk dalam waktu cepat dengan target penjualan tertentu.


“Peserta yang berhasil menjual lebih cepat dan lebih banyak nantinya akan masuk ke kelas inkubasi usaha,” jelas Ida Noor.


Acara yang dihadiri sekitar 50 peserta itu juga menghadirkan berbagai narasumber dan pendamping UMKM, termasuk perwakilan Yayasan Indonesia Setara serta praktisi digital marketing dan AI.


Sementara itu, perwakilan Yayasan Indonesia Setara, Fika, mengatakan program “Perempuan Berdaya” diharapkan menjadi langkah awal lahirnya pelaku usaha baru di sektor kuliner.


Ia menyebut sejumlah peserta binaan sebelumnya telah berhasil memperoleh omzet jutaan rupiah hanya dalam waktu singkat setelah mengikuti program pendampingan usaha.


“Kami ingin ibu-ibu tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga mampu menjual dan mengembangkan usaha secara mandiri,” ujarnya.


Melalui sinergi antara APJI Banten dan Yayasan Indonesia Setara, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan pelaku UMKM kuliner yang kreatif, mandiri, serta mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi digital. (CziYk)

×
Berita Terbaru Update