kontakpublik.id, SERANG--Jika kerajaan Mataram Islam dapat dibilang sudah ada sejak Sultan Panembahan Senopati atau Panembahan Sutawihaya -- 1587 - 1601 -- maka kerajaan Mataram Islam yang berjaya pada 400-an tahun silam itu di Nusantara juga menandai mulainya kejayaan Isalam di Nusantara dengan keberhasilan menyatukan wilayah Jawa Tengah sebagai pusat kerajaan setelah runtuhnya Majapahit.
Peralihan dari Kerajaan Mataram Kuno menuju Kerajaan Mataram Islam berlangsung selama beberapa abad, pada tahun 1016 akibat serangan dari Kerajaan Wurawari yang jarang disebut dalam sejarah. Kerajaan Mataram Kuno -- Medang -- semasa Empu Sendok menandai Kerajaan Mataram Kuno dengan memindahkan Kerajaan Mataram Kuno ke Jawa Timur hingga menjadi Kerajaan Medang digantikan oleh Kerajaan Kahuripan yang dilakukan oleh Airlangga di Kediri.
Dan pada abad ke-12, Kerajaan Kahuripan digantikan oleh Kerajaan Kediri yang didirikan oleh Jayabaya. Lalu seabad kemudian, Kerajaan Kediri digantikan oleh Kerajaan Singasari yang didirikam oleh Ken Arok. Baru pada adad ke-13, Kerajaan Singasari digantikan oleh Kerajaan Majapahit yang didirikan oleh Rajaraja Wijaya. Dua abad kemudian (abad ke-15) Kerajaan Majapahit runtuh digantikan oleh Kerajaan Demak yang didirikan oleh Raden Fatah hingga dimulainya cikal bakal Kerajaan Mataram Islam pada abad ke-16 dengan tampilnya Kerajaan Mataram Islam yang didirikan oleh Sultan Agung. Begitulah perjalanan Kerajaan Mataram Kuno menuju Kerajaan Matatam Islam yang ditandai perubahan besar pengaruh agama Hindu-Budha yang semula dominan mulai beralih ke kepada agama Islam yang bertumbuh dan semakin pesat berkembang di Jawa menghadirkan perubahan struktur sosial dan politik dalam masyarakat Jawa yang cukup besar pengaruhnya di Nusantara ketila itu.
Kerajaan Matatam Islam yang didirijan oleh Panembahan Senopati pada tahun 1587, jadi merupakan titik balik dalam sejarah Nusantara. Lalu mulailah kekuasaan Kerajaan Mataram Islam dilakukan oleh Sultan Agung yang berjaya pada 1613 - 1645 karena mampu memperluas wilayah dan memperkuat pengaruh Islam di Nusantara. Namun sejarah mencatat, Raja Islam Mataram Islam yang pertama adalah Ki. Ageng Pemanahan -- di Kota Gede -- kemudian digantikan oleh putranya Sultan Panembahan Senopati yang dikenal juga dengan nama Sutawijaya. Namun sumber lain menyebut bahwa Raja Mataram Islam pertama adalah Sultan Panembahan Senopati yang berkuasa pada 1587-1601.
Jejak sejarah Kerajaan Mataram Kuno dimulai oleh Sanjaya 732-760, terus dilanjutkan oleh Rajai Panangkaran 760-780 sebagai penganut Budha yang kuat yang ditandai dengan membangun Candi Kalasan. Setelah itu, kerajaan Mataram Kuno dilanjutkan oleh Rakai Panunggalab 780-800, lalu Rakai Warak 800-820, Rakai Garung 820-846 dan Rakai Pikatan 846-855 yang dikenal sebagai penganut agama Hindu yang kuat hingga membangun Candi Prambanan.
Raja Mataram Kuno berikutnya adalah Rajai Kayuwangi 855-885, kemudian Balitung 885-910, Dahyang Kairina 910-919 hingga Mpu Sindok 919-929 yang memindahkan Ibu Kota Kerajaan Mataram Kuno ke JawaTimur. Dalam tiga periode berikutnya sebagai bagian akhir dari Kerajaan Mataram Kuno adalah Sri Isyana TunggWijaya 929-947, lalu Makutawabgsawardhana 947-990 hingga berakhir kerajasn Mataram Kuno setelah Raja Mataram Kuno dijabat oleh Dharnawangsa Teguh 990-1016.
Konon keambrukan Kerajaan Mataram Kuno disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari serangan Wurawari pada tahun 1016 hingga berakibat kerusakan besar dan meiemahnya kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno. Disamping itu adanya konflik internal terkait dengan pengraruh agama
Hindu dan Budha serta masalah konflik dan persaingaan di dalam keluarga. Akibatnya Mataram Kuno mengalami kemerosotan ekonomi yang diikuti oleh menurunnya produksi pertanian. Dan puncak ambruknya Kerajaan Mataram Kuno karena mendapat serangan dari Kerajaan Wurawari pada tahun 1916. Sehingga Raja Mataram Kuno, Mpu Sendok memindahkan Ibu Kota Mataram Kuno ke Jawa Timur dengan nama Kerajaan Medang sebagai cikal bakal Kerajaan Kahuripan.
Kerajaan Wurawari sendiri diperkirakan berada di Cirebon, Jawa Barat. Sementara teori lain mengatakan Ku erajaan Wurawari berada di Wonosobo, Jawa Tengah. Jadi tak hanya masalah lokasi keberadaan dari Kerajaan Wurawari yang tidak jelad lokasinya, tapi rajanya pun tak ada dalam catatan sejarah. Namun dari penekusuran yang pasti, warisan Kerajaan Mataram Islam di Nusantara -- yang kemudian menjadi Begara Kesatuan Republik Indonesia -- terus langgeng dan berlanjut sampai sekarang di Nusantara -- Indonesia.
Banten, 20 Februari 2026
.jpg)