Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rudi Bako: Umat Muslim Boleh Makan Setelah Berbuka Puasa

Jumat, 20 Februari 2026 | 03.37 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-20T03:42:56Z

 



kontakpublik.id, PANDEGLANG--Ramadhan merupakan momen spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki diri, dan memperkuat solidaritas sosial, bulan kesembilan dalam kalender Hijriah yang disucikan umat Islam di seluruh dunia untuk menjalankan ibadah puasa.


Wajib selama sebulan penuh dari terbit fajar hingga matahari terbenam. Ini adalah bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan untuk meningkatkan takwa, membaca Al-Quran, dan bersedekah.


Umat Muslim hanya boleh makan dan minum setelah berbuka puasa saat Maghrib (matahari terbenam) hingga matahari terbit, yaitu waktu antara iftar dan sahur . Itu berarti umat Muslim tidak boleh makan atau minum apa pun selama siang hari.


Jika meninggalkan puasa Ramadhan tanpa uzur syar'i (alasan sah) hukumnya adalah dosa besar dan haram, serta wajib mengqadha (mengganti) puasa tersebut.


Jika dilakukan dengan sengaja, pelakunya diancam siksa berat, dianggap mengabaikan rukun Islam, dan wajib segera bertaubat serta mengganti puasa.


Dengan Qadhalah, wajib mengganti puasa sebanyak hari yang ditinggalkan.

Fidyah yang wajib dibayar jika menunda qadha hingga Ramadhan berikutnya


Tanpa uzur, atau bagi orang yang tidak mampu berpuasa (tua/sakit permanen). Besaran fidyah adalah 1 mud, setara dengan kurang lebih 675 gram atau 0,75 kg (3/4 kg) beras per hari puasa yang ditinggalkan.


Ini adalah takaran fidyah yang umum digunakan menurut mazhab imam Syafi'i, yang setara dengan satu kali makan kenyang. Sebagai konversi 1 mud. Pandeglang 20 Pebuari 2026.(Red)

×
Berita Terbaru Update