Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kabel Internet Bodong Semrawut, PEMDA?

Selasa, 17 Februari 2026 | 14.32 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-17T07:32:01Z

 



kontakpublik.id, PANDEGLANG--Kabel internet "bodong" atau ilegal, seperti yang marak didesa Sukamanah, Kecamatan Kadu Hejo, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. merujuk pada jaringan RT/RW Net tidak resmi yang menumpang atau mencantol tanpa izin pada tiang provider resmi,


Penyebab Kabel yang dianggap bodong/ilegal karena tidak mengantongi izin resmi untuk menumpang di tiang milik provider atau perusahaan infrastruktur tertentu, bahkan terpasang di tiang listrik.


Era digitalisasi yang sudah merambak sampai dengan tingkat Desa dan menjadikan kebutuhan warga masyarakat kehadirannya dapat dirasakan warga apalagi tarif yang bisa terjangkau .


Persaingan Providerpun semakin tinggi baik dalam pelayanan maupun dalam hal tarif dan perang tarifpun terjadi, namun sayang para pengusaha tidak memperhatikan keamanan dan kenyamanan warga masyarakat terkait Semrawutnya kabel.


Demikian kata Ketua Aliansi Pandeglang Bersatu (APB) Pada Selasa (17-02-2026) di tempat kediamannya, saat ditemui oleh Media ini, menjelaskannya secara gamlang.


Menurutnya, bahwa adanya provider yang tidak memperhatikan kenyamanan dan keamanan bahkan pemasangan kabel menggunakan asset Badan usaha lain, dintaranya Tiang listrik (PLN) dan tiang Telkom yang nota Bene itu milik BUMN.


Alifudin juga menuturkan adanya Pengusaha atau Provider di Desanya yaitu Rajeg net yang tidak memperhatikan hal diatas,bahkan tidak  dan perlu juga dipertanyakan legalitasnya atau perizinanannya membuka usaha di Kab.Pandeglang,untuk itu beliau berharap Perintah Daerah  untuk segera menertibkan dan memberikan sanksi administrasi dan lainnya.


Kami minta kepada PEMDA agar segera memutus kabel Internet yang tak berizin itu, sebab belakangan ini perusahaan bodong sering masuk sehingga kabel di desa kami smraut tak beraturan, dampaknya sangat berbahaya kepada warga setempat. Pungkasnya (Rudi Bako)

×
Berita Terbaru Update