kontakpublik.id, SERANG – Semangat berbagi dan pengabdian kepada masyarakat kembali ditunjukkan Ikatan Warga Krakatau Steel (IWKS) melalui kegiatan khitan massal dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 IWKS.
Kegiatan yang mengusung tema “Jadikan Khitan sebagai Jembatan Kesalehan, Membentuk Pribadi yang Bersih dan Dinamis” tersebut digelar di Masjid Al-Muhajirin, Perumahan Ciracas, Kota Serang, Sabtu (20/6/2026).
Sebanyak 60 anak dari berbagai wilayah di Provinsi Banten mengikuti kegiatan sosial tersebut. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak pendaftaran dibuka, bahkan jumlah peserta melampaui target awal yang ditetapkan panitia.
Ketua IWKS, H. Raden Purwanto, mengatakan kegiatan khitan massal merupakan salah satu bentuk komitmen organisasi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan.
“Sebagai Ketua IWKS, kami konsisten mengabdikan diri kepada masyarakat melalui kegiatan sosial. Di Serang sendiri terdapat sekitar 2.000 pensiunan Krakatau Steel dan sekitar 220 anggota aktif yang terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan, olahraga, hingga usaha,” ujarnya.
Menurut Purwanto, IWKS tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial tahunan, tetapi juga rutin menggelar pengajian bulanan, menjenguk anggota yang sakit, serta menjalankan berbagai program kemanusiaan lainnya.
Ia menuturkan, khitan massal dipilih karena memiliki nilai ibadah sekaligus manfaat jangka panjang bagi para peserta.
“Sunatan massal ini merupakan salah satu bentuk amal jariyah. Manfaatnya akan terus dirasakan hingga anak-anak tersebut dewasa. Mudah-mudahan mereka mengingat bahwa IWKS pernah hadir membantu mereka,” katanya.
Purwanto menambahkan, sebagian besar peserta berasal dari keluarga kurang mampu. Karena itu, IWKS berupaya memperluas jangkauan program sosial agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana, H. Abas, menjelaskan bahwa persiapan kegiatan dilakukan selama kurang lebih dua bulan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk sponsor dan donatur.
“Awalnya kami menargetkan 50 peserta, tetapi karena bertepatan dengan masa libur sekolah dan tingginya minat masyarakat, jumlah peserta bertambah menjadi 60 anak,” ujarnya.
Menurut Abas, penyebaran informasi melalui media sosial turut berperan besar dalam tingginya jumlah pendaftar.
“Pendaftaran dibuka sejak awal Juni hingga 15 Juni. Namun dalam empat hari kuota sudah penuh. Karena masih banyak yang ingin mendaftar, akhirnya kami menambah kuota peserta,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa memandang asal wilayah.
“Kami tidak membatasi peserta berdasarkan domisili. Siapa pun yang membutuhkan dan bersedia datang, kami terima. Tujuan utama kami adalah membantu masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, IWKS bekerja sama dengan Rumah Sakit Sari Asih yang menyediakan tenaga medis dan dukungan kesehatan selama kegiatan berlangsung.
Perwakilan tim medis RS Sari Asih, Kepala bagian Humas Agus Ramdani S.E,.M.M. menjelaskan bahwa seluruh peserta menjalani pemeriksaan kesehatan dan skrining sebelum tindakan dilakukan guna memastikan kondisi mereka layak menjalani khitan.
Dari hasil pemeriksaan, tim medis menemukan satu peserta mengalami hipospadia sehingga tindakan khitan tidak dapat dilanjutkan dan disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi. Selain itu, satu peserta lainnya ditemukan memiliki massa tumor pada gland penis sehingga langsung dirujuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di RS Sari Asih.
“Untuk peserta yang ditemukan memiliki massa tumor pada gland penis, kami langsung mengarahkan orang tuanya ke RS Sari Asih untuk pemeriksaan lanjutan. Karena BPJS yang bersangkutan tidak aktif, kami menyarankan memanfaatkan program Jamkesda Kota Serang yang digagas Wali Kota Serang, Budi Rustandi,” jelas Agus.
Ia menambahkan, keterlibatan RS Sari Asih dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam mendukung pelayanan sosial kepada masyarakat.
“Kami mendukung kegiatan ini dengan menyediakan tenaga medis dan sumber daya yang dibutuhkan. Alhamdulillah, hingga kegiatan selesai tidak ditemukan kendala kesehatan yang berarti,” katanya.
Agus juga menyampaikan ucapan selamat atas usia ke-14 IWKS dan berharap organisasi tersebut terus berkembang serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap IWKS semakin sukses, semakin kompak, dan terus hadir membantu masyarakat. Meski para anggotanya telah memasuki masa pensiun, mereka tetap produktif dan aktif dalam berbagai kegiatan positif,” tuturnya.
Melalui kegiatan khitan massal ini, IWKS membuktikan bahwa semangat pengabdian tidak berhenti setelah masa pensiun. Pengalaman, solidaritas, dan kepedulian para anggotanya terus diwujudkan melalui berbagai aksi sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. (Red)
