Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

LP3B dan Warga Cigondang Geram, Bersih-Bersih Batu Bara di pantai, IP, ADC PLTU Banten 2 Labuan diduga Lari dari Masalah

Minggu, 30 Juni 2024 | Juni 30, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-07-01T01:12:02Z


Kontakpublik.id,PANDEGLANG - lembaga Penjaga Pesisir dan Pulau-pulau Banten (LP3B) geram dan merasa kecewa soal rencana bersih-bersih pesisir pantai yang dijanjikan pihak PLTU Banten 2 Labuan tidak ada kepastian yang jelas, dan diduga rencana tersebut hanya cari aman nama baik.


Hal itu diungkapkan oleh Galih, selaku petinggi LP3B Kabupaten Pandeglang Banten.
"Menurut galih ini sangat aneh, awalnya kan infonya mau hari Selasa tapi gak jadi karna terlalu mepet, terus mundur ke Jum'at, sama mundur lagi ke hari ini Senin,

selanjutnya saya mendengar kabar lagi bahwa hari Senin belum bisa karna persiapan internal pihak PLTU, maka apa ini kesalahan kok dipermainkan" ungkap Galih dengan kesalnya, Senin (1/7/2024).






Masih dikatakan Galih," Sementara untuk Giat Bersih-Bersih Batu bara yang ada berceceran di pinggir pantai di wilayah Desa Cigondang dan juga di pulau popole sudah dibuat cipta kondusif, dikoordinasikan kepada kepala desa (kades) dan ditembuskan ke pihak muspika, rentetan rencana waktu acara kegiatan bersih-bersih tersebut oleh para pegiat kontrol sosial, yang berawal buruknya penanganan batubara yang berakibat mencemari lingkungan pesisir pantai, pulau dan laut sekitar diwilayah Desa Cigondang Kecamatan Labuan Pandeglang," ujar Galih Selaku LP3B, Galih juga menduga pihak PLTU Banten 2 Labuan mempermainkan warga dan juga pihak pemerintah yang ada di Kecamatan Labuan.

"Pihak PLTU 2 Banten Labuan tidak berfikir dengan adanya rencana yang diundur undur justru itu berakibat kericuhan warga, karena yang saya tau kepala desa Cigondang sudah memberikan informasi ke warga, perangkat RT dan RW tetapi tidak ada kepastian yang pasti yang ada cuma hanya berubah-ubah, padahal itu bukan gotong royong tetapi kegiatan yang seolah menutupi borok pihak pelaku pencemaran lingkungan yang diduga tidak bertanggung jawab dan lari dari masalah" terang Galih.




Selanjutnya kekesalanpun dikatakan oleh Zoya, selaku anggota Komunitas Wartawan Labuan (KAWAL) dengan tegasnya menyampaikan," berawal dari berita, lalu ke audensi dan terbit notulen, hasil audensi yang rencananya pihak ADC beserta IP PLTU akan  melakukan bersih-bersih pantai tanggal 28 Juni tahun 2024 oleh Kop surat ADC, itu tertulis dan ditandatangani Loch jangan main-main, sembarangan amat sudahmah dzolim ke lingkungan warga, sekarang ditaburi penuh kebohongan kaya tukang tipu saja bukan perusahaan" tegas Zoya.

"Saya selaku warga Labuan yang tergabung pada KAWAL merasa pihak PLTU Banten 2 Labuan menginjak-nginjak warga dan kita semua, pihak mereka diduga penuh tipu-tipu dan lari dari masalah yang berakibat warga gaduh saling berprasangka buruk, padahal persoalan ini berawal dari kelalaian para pengusaha-pengusaha besar yang berkecimpung dalam urusan tongkang batubara, adanya kejadian ini yang perlahan kita jaga Kondusifitas mungkin bisa jadi beralih ke aksi demo besar-besaran" pungkasnya. (Do)

×
Berita Terbaru Update