Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jacob Ereste : Kisah Dari Panggung Ketoprak Tentang Petruk Menjadi Ratu Yang Konyol dan Melelahkan

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10.12 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-10T03:12:41Z

 




kontakpublik.id, SERANG--Ketika kenikmatan hidup bisa begitu nyaman dan tenteram dalam kegaduhan gunjingan dan makian, dimana sesungguhnya rasa malu dan harga diri berada diantara sumpah serapah yang menghunjam seperti pukulan petinju yang menghantam semua titik lemah yang tak lagi bisa dihindari, sekedar untuk todak semakin parah menjadi bulan-bulanan sepanjang sejarah yang ikut memberangus masa pertumbuhan dan perkembangan anak dan cucu yang   ikut tersita masa depan yang tak lagi menyisakan harapan. 


Buah simalakama itu, terlanjur harus ditelan seperti minuman keras yang memabukkan.  Meski sejak semula pengertian dan pemahaman tentang perilaku culas itu kini telah menjadi penyesalan berkepanjangan, toh untuk dimuntahkan tidak lagi menjadi persoalan yang gampang. Apalagi kemudian kekusutannya semakin parah, hanya karena kesalahan memilih cara menyelesaikan  ketika apa belum terlanjur membakar semua bagian yang ada disekeliling rumah berikut semua anggota keluarga yang tidak berdosa. 


Kisah ini sungguh sulit untuk dipahami semacam sanepo jawa yang berkisah tentang Petruk Jadi Ratu. Dimana semua fungsi dan tugas, disederhanakan dalam panggung pentas seni pertunjukan Ketoprak khas budaya Mataram yang acap mengadopsi gaya pementasan Ludruk   model Jawa-Timuran yang lebih lugas menyajikan adegan  konyol dalam kemasan satire yang tetap lucu dan menggelikan. Sehingga realitas kebohongan publik jadi tersamar, seperti tak tertangkap kamera.


Di Mahkamah Persidangan Rakyat semua keculasan terbukti sudah, juga divonis melanggar etika. Tali etika itu bagaimana mungkin bisa dinarasikan dalam naskah drama yang memang sudah salah sejak menulis skenario cerita yang ubah seperti ambisi  Petruk ingin jadi Ratu, meski semula hanya perlu dua episode saja, tapi karena terlanjur mengumbar ambisi berlebih, telah menimbulkan banyak masalah yang tidak terduga sebelumnya, seperti hujatan dan makian serta sumpah serapah hingga viral sampai ke langit telah membuat Iblis dan Syaitan seperti kehilangan pekerjaan.


Dan benar semua pekerjaan di bumi yang gemah ripah ini gemah ripah juga dengan intrik dan jurus tipu daya yang dahulu cuma dimiliki oleh Iblis dan Syaitan. Para aktivis dan pengamat politik hingga pemerhati budaya sampai pesuntuk ilmu filsafat, jadi terengah-engah tersuruk masuk ke dalam perangkap yang tidak pernah diketahui pula oleh pembuatnya. Sebab dirinya sendiri pun  berada di dalam perangkap yang dia kira akan akan menjadi bungker tempat menyembunyikan hasil jarahan berikut diri serta anggota keluarganya yang kini menumpuk kecemasan dan ketakutan bersama seluruh hasil jarahan selama menjadi lurah dan sang istri pun efektif berperan sebagai Ibu lurah. Sementara anak dan cucunya talah sebagai putra dan putri yang menyangga mahkota. 


Inilah fenomena baru pada jaman kami sebagai penghantar bagi generasi pemilik era keemasan yang gemilang dalam angan dan harapan yang tergantung diantara awan gelap yang merundung juga kampung milik kita yang semakin absurd seperti kisah dari negeri yang merasa perlu hidup hanya dalam waktu semalam saja. Selebihnya biarlah menjadi mimpi satire yang lebih konyol dari kisah Petruk dalam pementasan seni pemanggungan  Ketoprak dan Ludruk dalam narasi sepontan yang terus berkelanjutan dan melelahkan. Banten, 10 Oktober 2026 (red)

×
Berita Terbaru Update