Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jacob Ereste : Nilai Spiritual Yang Penuh Berkah Dari Zakat Fitrah dan Zakat Mal Hingga Hari Raya Idhul Fitri

Senin, 16 Maret 2026 | 08.50 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-16T01:50:07Z

 





kontakpublik.id, SERANG--Persiapan menjelang selesainya menunaikan ibadah puasa selama bulan Ramadhan, umat Islam mulai menghitung pembayaran zakat fitrah yang wajib untuk diberikan kepada mereka yang dianggap berhak untuk menerimanya.


Ada zakat fitrah -- sebagai simbolik dari upaya membersihkan diri -- biasanya senilai 2,5 kg beras untuk setiap orang. Bisa saja bentuknya dikonversi dengan bahan makanan yang lain. Tapi pada dasarnya adalah kebutuhan pangan.


Tak sedikit diantaranya pemberi zakat fitrah yang memberi lebih dari nilai tersebut dalam bentuk yang lain. Seperti gula, kopi dan lauk pauk yang busa segera diolah untuk dinikmati pada hari raya yang sakral san fitri sifatnya itu. Bahkan tidak sedikit yang memberi bonus tambahan seperti pakaian atau peralatan sholat serta uang untuk sekedar menggenapi keperluan dalam merayakan hari lebaran supaya bisa ikut bergembira dan membahagiakan.


Inilah nilai-nilai sosial dalam wujud solidaritas, kebersamaan dalam berbagi kebahagiaan antara yang berpuasa dengan yang tidak berpunya. Karena itu, tradisi atau budaya pemberian zakat bukan hanya bermakna kesadaran diri untuk berbagi, tetapi juga membangun sikap dan sifat pengasih dan penyayang sesama manusia sebagai bentuk kepedulian, empati terhadap sesama manusia agar tidak bersifat individualistik. Pelit. Bakhil dan cupet.


Dalam bentuk yang lebih besar adalah zakat mal yang wajib dibayar dengan penuh kesadaran san kejujuran, sehingga harta kekayaan yang dimiliki dapat menjadi bersih dalam pemagaman dan keyakinan Islam yang dipercaya sebagai petunjuk hidup yang baik dan benar. Adapun yang dimaksud dari zakat mal ini adalah nilai yang wajib dikeluarkan sebesar 2,5 persen dari seluruh nilai kekayaan yang dimiliki yang tekah mencapai haul satu tahun. Gunanya adalah untuk membersihkan harta benda atau kekayaan yang dimiliki dengan tujuan untuk menopang kepentingan sosial. 


Kecuali itu, zakat mal dapat mengurangi kesenjangan sosial dalam bentuk ekonomi, sehingga disvaritas antara yang kaya dengan yang miskin dapat dikurangi dengan cara memberi bantuan kepada mereka yang membutuhkan dana yang terhimpun itu yang dapat digunakan untuk modal usaha bersama warga masyarakat dalam dengan tata kelola serta  kontrol yang baik dan terarah supaya tingkat kesejahteraan bersama dapat ditingkatkan dan diperbaiki.


 Tentu saja yang tidak kalah penting dari zakat mal yang terhimpun ini dan diperuntukkan bagi kepentingan orang banyak, adalah membangun kesadaran sosial secara kolektif serta empati terhadap mereka yang belum beruntung sehingga dapat memperbaiki kualitas hidup dengan kesejahteraan yang lebih baik. Zakat mal salam Islam merupakan salah satu rukun dalam Islam yang wajib dibayarkan secara jujur dan ikhlas sesuai dengan syariat yang diyakini dan wajib dipatuhi.


Dalam lingkup yang kebih luas, zakat mal meliputi bidang pertanian, peternakan, zakat emas dan perak, zakat perdagangan, zakat profesi, kendati dengan cara yang lain pemerintah telah memungut pajak dengan besaran nilai tertentu yang relatif lebih besar dari nilai zakat mal yang wajib keluarkan atas dasar keyakinan dan kepercayaan terhadap ajaran dan tuntunan agama.


Dalam perspektif teologi, zakat fitrah namun zakat mal -- ketika bisa dilakukan dengan kejujuran dan keikhlasan -- akan menjadi perwujudan dari rasa syukur atas segala nikmat dan karunia dari Allah SWT yang telah memperlancar, mempermudah kelimoahan rizki dalam berbagai bentuk -- termasuk kesehatan, keselamatan dan keberhasilan dalam beragam bentuk usaha dan perjuangan, studi, pekerjaan membina kehidupan yang rukun dan berbahagia bersana keluarga, selamat serta kerabat hingga relasi ya f rukun dan damai dengan penuh kegembiraan hati yang membahagiakan.


Kiranya begitulah manfaat dan kegunaan dalam melakukan pemberian zakat fitrah maupun zakat mal, sebagai bagian dari kompas penuntun jalan spiritual yang wajib dan harus dilakukan secara patuh untuk memperkuat etika, moral dan akhlak mulia dari fitrah manusia  yang memperoleh posisi sebagai khalifatullah -- wakil Tuhan -- di muka bumi. Dimana rute siratal mustakim dapat dilalui dengan keindahan yang penuh rahmatan lil alamin. Artinya, begitulah nikai-nilai spiritual dari capaian puasa selama bulan Ramadhan sampai akhirnya pembersihan diri dengan zakat fitrah dan zakat mal hingga yakin dan percaya tekah menggapai bathin atau  jiwa yang fitri. Banten, 4 Maret 2026 (red)

×
Berita Terbaru Update