kontakpublik.id, PANDEGLANG--Hari Buruh, atau May Day, yang diperingati setiap 1 Mei sebagai hari libur internasional untuk menghormati kontribusi pekerja serta memperjuangkan hak-hak buruh. Peringatan ini berakar dari perjuangan serikat buruh pada abad ke-19 untuk menuntut jam kerja yang manusiawi, yakni delapan jam sehari. Di Indonesia, 1 Mei ditetapkan sebagai hari libur nasional sejak
Berawal dari aksi mogok kerja besar-besaran di Chicago, Amerika Serikat pada 1 Mei 1886, menuntut delapan jam kerja sehari,
tujuanya menyuarakan tuntutan terkait hak pekerja, kesejahteraan, keadilan, serta peningkatan kondisi kerja.
Perayaan di Indonesia: Biasanya diisi dengan demonstrasi atau aksi damai oleh serikat pekerja untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah dan pengusaha.
Penetapan Nasional, Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2013 menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional.
Hari Buruh bukan sekadar hari libur, tetapi simbol perjuangan melawan kondisi kerja yang buruk dan penghargaan atas peran buruh dalam pembangunan ekonomi dan sosial.
Perayaan May Day sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, awalnya untuk merayakan pergantian musim, terutama musim semi di belahan bumi utara. May Day konon berawal dari festival Beltane, yaitu tradisi maypole. Tradisi ini melibatkan menari mengelilingi tiang maypole yang dihiasi dengan pita warna-warni. Hal ini dilakukan untuk merayakan kembalinya kehidupan dan kesuburan ke dunia.
Pada abad ke-19, May Day berkembang menjadi Hari Buruh Internasional yang tumbuh dari gerakan buruh untuk hak-hak pekerja, termasuk jam kerja delapan jam di Amerika Serikat. Gerakan ini merupakan upaya untuk mengakhiri kondisi kerja yang buruk dan jam kerja yang panjang yang menyebabkan kematian ribuan orang setiap tahunnya.
Tanggal 1 Mei 1886, lebih dari 300.000 pekerja di seluruh Amerika Serikat melakukan “mogok kerja” dalam rangka mendukung tuntutan jam kerja. Di hari-hari berikutnya, bahkan semakin banyak pekerja yang bergabung untuk memperkuat permintaan tersebut.
Namun, peristiwa yang cukup mengguncang adalah insiden Haymarket di Chicago pada tahun yang sama, yang di mana menyebabkan bentrokan antara polisi dan pekerja. Peristiwa ini menyebabkan banyak orang tewas, terluka, dan juga menimbulkan gelombang represi terhadap gerakan buruh. Hal ini merupakan tonggak penting dalam sejarah perjuangan buruh, yang berperan dalam memperkuat solidaritas buruh di seluruh dunia. Gerakan May Day pun dengan cepat menyebar ke Eropa, hingga pada tahun 1890, terdapat lebih dari 300.000 orang berunjuk rasa dalam rapat May Day di London.
Hingga kini, hari buruh diakui sebagai hari libur resmi di 66 negara, namun tidak di negara asalnya, Amerika Serikat. Meskipun May Day tidak secara resmi diakui di AS, sejarahnya sebagai Hari Buruh Internasional tetap dihargai dan dikenang di seluruh dunia. Perayaan May Day masih terus berlanjut, menyoroti pentingnya perjuangan pekerja untuk hak-hak mereka dan solidaritas global. Banten, 01-05-2026. (Red)
