kontakpublik.id, SERANG--Komitmen dan kesetiaan itu sungguh membutuhkan pengorbanan, keikklasan hingga kejujuran terhadap diri sendiri untuk memberi, membantu hingga mencintai dan menghargai -- bahkan menghormat -- orang lain, tanpa pamrih. Karena itu, komitmen dan kesetiaan itu sungguh berat, tapi karena atas dasar pilihan sikap kesadaran dan keikhlasan dan kecintaan serta penghormatan, maka apapun yang dapat dilakukan untuk mewujudkan komitmen dan kesetiaan itu tetap akan dilakukan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan -- selagi bisa dan mampu untuk dilakukan -- tiada ada hitungan untung maupun merugi.
Komitmen dan kesetiaan dalam lingkup keluarga pasti akan selalu dijaga -- bujan sekedar untuk menjaga kerukunan dan keharmonisan -- tetapi yang tidak kalah penting adalah demi dan untuk menjaga nama baik keluarga, baik untuk lingkungan keluarga sendiri maupun untuk menjaga marwah keluarga dari pandangan negatif orang lain. Oleh karena itu, komitmen dan kesetiaan biasanya akan dimulai dari keluarga. Baru kemudian sikap dan sifat komitmen dan kesetiaan itu bisa betumbuh subur dalam hubungan perkawanan dan kemitraan dalam bentuk usaha apapun yang berhubungan dengan orang lain.
Sikap konsusten dan kesetiaan terhadap kawan, rekanan usaha atau sesama aktivis kaum pergerakan biasa sikap dan sifat konsisten dan kesetiaan itu dimulai dari aktif dan tanggap memberikan perhatian, atensi l, rada perduli dan empati dalam wujud berbagai bentuk, mulai dari yang sepele wujudnya hingga yang paling prinsip sifatnya, seperti memberi pertolongan saat seorang kawan sedang mengalami kedulitan atau kesusahan, sehibgga nilai dan nuansa soludaritas menjadi sangat kental perwujudannya untuk diberikan kepada kawan yang tengah mengalami suatu masalah, tanpa harus diminta terlebih dahulu, katena kesadaran terhadap nilai oerkawanan atau persagabatan itu sesungguhnya bagian dari nafws dan ruh oersahabatan yang sejati. Katena itu para ahli psikoanalisis sering mengatakan bahwa komitmen dan kesetiaan itu akan teruji ketika sahabat dan kerabat yang lain sedang mengalami kesulitan atau bahkan kesusahan, justru tidak dijauhi dan dihindari, tapi justru disatroni untuk memberi bantuan yang bisa dilakukan dalam bentuk apapun.
Dalam kontek bangsa dan negara, komitmen dan kesetiaan pun dapat diuji ketika masalah kebangsaan dan kenegaraan sedang mendapat ancaman dalam bentuk apapun bisa bisa membuat bangsa dan negara bisa menjadi terburuk, jatuh, terhina atau beragam bentuk ancamsn lain, maka komitmen dan kesetiaan sebagai warga bangsa dan warga negara, maka hati akan dengan sendirinya tergerak mengambil posisi untuk membela, menyelamatkan dan ikut serta mencari dolusi untuk menghadapi dan mengatasi ancaman tersebut.
Dan komitmen serta kesetiaan dapat dipahami sebagai bagian etika, moral dan akhlak mulia manusia untuk menegakkan fondamen spiritual yang memiliki kedekatan relatif dengan sifat dan sikap ilahiyah, bahwa manusia itu sesungguhnya adalah khalifatullah -- wakil Tuhan -- di bumi. Hingga dengan begitu, sebagai makhluk hidup kematian itu pun pasti saatnya untuk menghitung segenap perbuatan baik, atau justru lebih fominan perbuatan yang buruk. Maka itu, dalam berbagai keyakinan dan kepercayaan bahwa amal perbuatan dari setiap manusia itu yang akan menjamin keindahan hidup di alam sana detelah mati. Banten, 18 Januari 2026 (red)
