kontakpublik.id, CEMPAKA PUTIH-- Acara ngobrol santai bersama sahabat dan kerabat GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) di Sekretariat ICRP (Indonesian Conference on Religion and Peace) Jl. Cempaka Putih Barat XXI No. 34, Jakarta Timur, pada 16 Januari 2026 diinisiasi Vincent Putra dan Dibyo serta Indra juga dihadiri Hokke Andrian Jasa dengan membahas berbagai topik yang menghangat dalam sepekan di negeri kita ini. Termasuk, topik pemanggungan Stand Up Komedi yang diperankan oleh Pandji Pragiwakdono yang sedang menyedot perhatian publik hingga menimbulkan pro dan kontra sampai heboh disukan yang hendak dibawa masalah rasa ketersinggungan publik ke ranah hukum lantaran celoteh Stand Up Komedi Pandji Pragiwaksono ini dianggap menghina dan mencermarkan nama baik sejumlah pejabat serta organisasi keagamaan di Indonesia.
Agaknya, topik ini pun patut dibincangkan betsama sagabat dan kerabat di ICRP yang sungguh konsen terhadap masalah konflik keagamaan, intoleran di Indonesia utamanya dalam hal pluralisme dan masalah budaya.
Masalah agama yang menjadi perhatian utama ICRP sejak awal kelahirannya tahun 2000 tetap konsisten menjadi titik sentral perhatian sampai sekarang. Karena itu pertikaian antar umat beragama pun yang acap dijadikan oleh berbagai pihal untuk menciptakan kegaduhan dan kerusuhan yang tidak sepatutnya terjadi dalam masyarakat yang plural dan sikap toleransi yang sudah cukup gigih dibangun serta terpelihara baik secara bersama masyarajat dengan para tokoh agama yang ada. Karena itu, wacana untuk menyelenggarakan do'a bersama sebagai wujud dari gagasan pertobatan nasional terkait dengan tata kelola negara dan bangsa semakin mendesak dan perlu segera dilakukan, agar berbagai masalah dan kejadian seperti bencana akibat ulah manusia dapat segera disadari sebagai kesalahan yang tidak perlu terjadi dan kembali terulang.
Diskusi informal bersama sahabat dan kerabat GMRI sebagai motor penggerak kesadaran serta pemahaman spiritual di Indonesia semakin meluas dan mendalam kenjadi fokus fldiskusi saat menjelang sore terus diselingi pembacaan do'a yang termuat dalam "Kitab MA HA IS MA YA".
Sebagai seorang pengusaha, Vincent Putra banyak mengungkap lika-liku sukses keluarganya yang dirintis oleh sang ayah yang dia warisi bahwa contoh dan tauladan adalah pelaharan yang dapat dijadikan pegangan utama. Sebab pelajaran yang cuma dikatakan tidak akan pernah didengar. Atau bahkan cenderung untuk diabaikan. Inilah, kata Vincent Putra pegangan utamanya dirinya dalam upaya mendidik anak-anaknya yang kini mulai beranjak dewasa.
Dalam konteks Indonesia hari ini, dia meyakini hahwa yang diperlukan oleh bangsa Indonesia adalah sosok seorang bapak -- pemimpin bangsa yang mampu memberi contoh atau tauladan yang dapat menjadi panutan. Bukan pidato-pidato yang justru semakin membuat dan menambah kebingung bagi rakyat. Sebab bangsa Indonesia sangat memerlukan bimbingan -- contoh nyata -- melakukan jalan terbaik bagi manusia, tata kelola bagi alam dan lingkungan serta petunjuk dari Tuhan.
Demikian ungkap Vincent Putra yang dibenarkan oleh Sri Eko Sriyanto Galgendu yang semakin yakin bahwa diplomasi spiritltual perlu segera dilakukan bangsa Indonesia untuk membangun hubungan yang baik dengan berbagai negara yang ada di dunia. Ia pun meyakinkan bahwa program diplomasi spiritual yang telah dirancang GMRI sejak setahun silam sudah semakin mantap untuk diwujudjan untuk ikut memperkuat posisi bangsa dan negara Indonesia dalam tata pergaulan antar bangsa-bangsa di dunia.
Acara diskusi informal bersama sahabat dan kerabat GMRI yang dimulai dengan minum kopi pagi berlangsung hingga acara makan siang bersama dan berlanjut menjelang waktu sholat azar dalam suasana langit kota Jakarta yang cerah, tidak hujan, seperti beberapa hari sebelumnya yang terus mengirimkan ancaman babjir. Cempaka Putih Barat, 16 Januari 2025 (red)
.jpg)