Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jacob Eresre : Mindset Bangsa Yang Gagap Dalam Perspektif Global

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06.03 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-09T23:03:44Z

 




kontakpublik.id, PECENONGAN--Wawasan berpikir itu bisa saja bersifat lokal, nasional dan global atau internasional dalam memandang suatu masalah, tergantung dari kepentingan yang bersangkutan, hendak kemana wawasan berpikirnya ingin dikembangkan sesuai dengan kepentingan atau ketertarikan dari dirinya. Karena itu tak sedikit orang kampung yang berwswasan nasional atau bahkan internasional dalam perspektif global. Karena mindset itu bebas tidak terbatas, kecuali dilakukan oleh orang yang bersangkutan sendiri yang hendak memsfari cara berpikirnya.


Sebaliknya, pun bisa terjadi, orang kota yang merasa paling modern cara berpikir maupun hidupnya, sangat mungkin berpikir sempit -- "kampungan" karena hanya berkutak di habitat sekitarnya saja -- tak punya atau bahkan tidak perduli dengan kejadian dan peristiwa yang bersifat nasional apalagi yang berskala global, internasional. Padahal, antara global dan internasional itu sendiri berbeda esensinya. Sebab global bersifat menyeluruh, sedang pengertian internasional sendiri menujuk skala berpikir atau aktivitas masalah dalam skala  internasional semata, atau sebatas aktivitas, pengetahuan maupun kiprahnys di kancah internasional.


Begitulah mindset -- cara berpikir -- memang bisa ditilik dari Wilayah budaya dalam konteks kewarganegaraan. Tapi warga negara itu sendiri tidak bisa digeneralisasi secara umum. Karena mindset itu berada di ruang terbuka bebas,  hingga bisa bergerak secara personal ke delapan penjuru angin, tidak bisa dikendalikan oleh orang lain, kecuali oleh yang bersangkutan sendiri. Mindset sendiri dalam budaya berpikir jauh lebih liar dari apa yang bisa diperkirakan, sehingga tidak munggkin bisa digeneralisasikan untuk satu tipe dari status  kewarganegaraan tertentu, apapagi untuk mereka yang memiliki kewarganegaraan ganda. Meski begitu, pun harkat kebangsaan yang melekat sejak lahir tidak bisa disamakan dengan mindset  kewarganegaraan yang lain. Karena mindset -- sebagai model dari cara berpikir manusia tidak bisa diidentifikasi hanya  berdasarkan satu suku, satu bangsa atau satu generasi tertentu, karena sifatnya sangat personal. Kendati cara berpikir seseorang dapat dipengaruhi oleh budaya, lingkungan dan adat istiadat masyarakat setempat, namun bentukan pengalaman pribadi yang lebih bersifat personal itu akan membentuk kepribadian yang sangat spesifik dan hanya mungkin mendekati kemiripan pads sosok tertentu, namun tetap tidak pernah persis sama dan sebangun antara yang satu dengan yang lain.


Bagi seorang penulis, pengamat sosial, pemerhati politik atau analisis suatu kebijakan sepatutnya dapat melihat dari berbagai perspektif-- yang didasari oleh mindset -- secars komperehensif dari sudut pandang lokal, regional, nasional dan internasional, agar paparan perspektig dan pengertian global  tidak menjadi kerdil dan purutan sifatnya. Karena itu, mindset dalam perspektif global bisa saja dilakukan oleh setiap orang, namun harus dengan persyaratan yang tidak hanya sekedar komprehensif, tetapi harus memiliki nilai yang kontekstual pada jamannya. Jadi dalam perspektif global, sangat mungkin mindset diposisikan dari berbagai perspektif, ketika pengetahuan serta pandangan yang bersifat lokal dan nasional dapat dijadikan penyangga pada apa yang dapat disimpulkan dari resume pembahasan yang dapat diuji secara ilmiah dan bisa dipertsnggung jawabkan Pecenongan, 9 Januari 2026 (red)

×
Berita Terbaru Update