Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jacob Ereste : Bola Panas Dari MK Telah Bergulir ke Parlemen Akan Membuktikan Aspirasi Rakyat Terwakili Atau Tidak

Minggu, 18 Oktober 2026 | 09.01 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-18T02:01:50Z

 





kontakpublik.id, SERANG--Antara ada dan tiada ijazah SLTA Gibran Rakabuming Raka telah diputus oleh MK (Mahkamah Konstisusi) tidak ditemukan, alias tidak ada. Artinya, keabsahan Gibran Rakabuming Raka mencalonkan diri sebagai Wakil Presiden tidak sah, termasuk adanya surat keterangan (Suket) yang dibuat untuk melegalisasi syarat untuk menjadi calon Wakil Presiden pada Pilpres 2024. Hingga kini bola panas itu menggelinding ke DPR RI untuk melaksanakan hak angket atau hak berendapat untuk mebentukan nasib Wapres, apakah bisa dilengserkan melalui mekanisme pemakzulan melalui DPR RI. 


Karena itu banyak pihak yang merasa  cemas, termasuk Joko Widodo yang menyebut adanya penumpang gelap dalam kasus Gibran Rahabuming Raka yang kini berada di ujung tanduk. Dari pernyataan Joko Widodo yang viral tentang adanya penumpang gelap dari kasus Wapres ini, beberapa media berbais internet menyebut penumpang gelap itu diantaranya adalah Khosirudin dan Ray Rangkuti yang memang terkenal voka menyoroti kasus Gibran Rakabuming  yang terkesan mengambilalih kasus Joko Widodo -- sang ayah -- yang juga terjerat oleh masakah ijazah hingga kini belum juga selesai. Tetapi dalam kalkulasi politik kaum pergerakan penegak keadilan dan hukum, kasus Gibran Rakabuming Raka lebih menarik untuk dibidik, karena dengan menembak yang sedang terbang, sekaligus bisa melumpuhkan burung yang ada disangkar, karena sangat berharap adanya  perlindungan dari burung yang sedang berjaga dari keselamatan yang sungguh sedang terancam.


Tamsil dari antara ada dan tiadanya ijazah yang sah itu. seperti metafora dari pepatah lama tentang tiada ada burung Tempuak bersarang rendah. Karena burung Tempuak yang licik dan lumayan cerdas itu, selalu memilih sangkar yang di ketinggian yang dipetkirakan tidak terjangkau oleh makhluk lain yang sudah dia pastikan akan menjadi musuh akibat keculadannya mencuri tanaman petani yang jelas dan pasti bukan hak yang seharusnya dia gerus dengan ketamakan dan kerakusan yang melampaui batas. 


Maka itu, kemurkaan yang menggelora tak hanya berkisar diantara burung dan hewan yang ada, tetapi alam dan jagat raya  pun kelak pasti akan memberikan kutukan yang setimpal atas semua perbuatan yang telah dilakukannya. 


Penumpang gelap yang dikatakan Joko Widodo terkait dengan kadus Gibran Rakabuming Raka yang sudah menggelinding ke DPR RI pun melalukan hak angket atau pendapat tentang upaya membereskan kasus Wapres yang terkesan sebagai bagian dari jilid turunan sebelumnya -- tentang ijazah juga -- akan segera berakhir dengan dalam suasana yang penuh kecemasan. Sebab isyarat dari para penergati dan pengamat politik di Indonesia, Gibran Rakavuming Raka akan lebih bijak bila mau dan tela untuk mengundurkan diri dari jabatan Wapres, tidak hanya untuk menghentikan jegafihan dan kecemasan banyak pihak, tapi juga demi keselamatan diri, serta tidak lagi mengganggu dan menjadi beban bagi Presiden -- bukan hanya sebagai pasangannya -- tetapi juga sebagai mitra dalam upaya mengurus negeri ini yang sedang terrhomimpit beban ekonomi yang berat.


Oleh jarena utu, hak angket DR RI, hak suara untuk memutuskan masalah yang bisa menyulut kemarahan rakyat -- ditengah himpitan ekonomi yang nyaris mencapai puncak klimak habisnya kesabaran, seyogyanya dapat diselesaikan dengan baik, seridaknya inilah momentum yang tepat untuk memulihkan kepercayaan rakyat yang sudah kandas sampai titik nadir tak tersisa. DPR dan MPR RI masih memiliki kesempatan untuk mengembalikan kepercayaan rakyat, bahwa kalian yang ada di parlemen sungguh berpihak kepada aspirasi dan kehenrak rakyat. Banten, 17 Oktober  2026 (red)

×
Berita Terbaru Update