Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jacob Ereste : */Peringatan Setahun Pemburuan Ijazah Palsu Harus Mulai Waspada Terhadap Operasi Kodok

Sabtu, 18 April 2026 | 09.48 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-18T02:48:12Z

 




kontakpublik.id, JAKARTA--Memperingati satu tahun pemburuan ijazah palsu Joko Widodo, sejumlah aktivis yang terdiri dari berbagai elemen  masyarakat yang menaruh kepedulian terhadap sikap jujur dan terbuka melakukan aksi bersama di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis, 26 April 2026.


Koordinator Aksi Setahun Membongkar Ijazah Palsu Joko Widodo yang telah membuat gaduh sejak beberapa tahun silam yang telah menelan korban seperti Bambang Tri dan Gus Nur telah menyita perhatian banyak pihak dan menguras energi warga masyarakat akibat kebisingan dari kasus tersebut. 


"Kalau pun ijazah Joko Widodo itu ada dan asli," kaya Roy Suryo, sikap Jokowi membiarkan kegaduhan terjadi dalam masyarakat yang terus berkepanjangan sampai sekarang ungkapnya saat orasi  di depan gedung wakil rakyat yang juga dinilai membungkam tidak bersuara, adalah kejahatan yang sulit untuk dimaafkan. 


Rustam Efendi sebagai Koordinator dan penggagas acara   mampu menghadirkan sejumlah tokoh, seperti Merry dari Lampung, Wuri dari Solo, Wati Salam dari Aspirasi Indonesia, Jakarta, Roy Suryo, Marwan Batubara, Jendral Soenarko, mantan Danjen Kopassus, Sri Eko Sriyanto Galgendu, Pemimpin Spiritual Nusantara, Prof. Sri Bintang Pamungkas, Prof. Afandi Arsyad dari Bogor dan Bambang Tri yang sempat memberi orasi singkat tentang perjuangan dari  kawan-kawan kaum pergerakan harus terus dilakukan, tandasnya.


Sementara Refli Harun sebagai tokoh yang dianggap pemersatu dari tim pemburuan ijazah palsu justru tampak  hadir menjelang acara usai. Ia tampak bercengkerama dengan Sri Eko Sriyanto Galgendu setelah menyampaikan orasi singkat yang merasa perlu untuk mengingatkan adanya fenomena dari "Operasi Kodok" yang semakin gencar  dilakukan dari pihak sebrang dengan menggiring kriminalisasi terhadap Yusuf Kalla dan Partai Nasdem. Karena itu, menurut pemimpin Spiritual Nusantara ini kaum  pergerakan harus waspada dan perlu disadari pentingnya sosok pemersatu gerakan agar tidak sampai tercerai-berai seperti yang terjadi sekarang seperti yang telah dialami oleh Rismon Sianipar, tandasnya


"Operasi Kodok" menurut Sri Eko Sriyanto Galgrndu adakah upaya memecah belah, seperti perilaku kodok yang hidup di dua alam yang identik dengan dua kaki. Lalu brisik dan ngorok untuk mengganggu ketenteraman orang lain. Dan tabiat dari kodok itu menang akan selalu lompat-lompat dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Untuk mencari aman dan kehidupan bagi dirinya sendiri yang selaku hidup di dalam dua dunia.


Berbagai elemen dan perwakilan dari  organisasi  masyarakat seperti Pejabat : Pengacara & Jawara Bela Rakyat,  Forum Komunikasi Purnawirawan, Ormas Gerakan Jalan Lurus, Pendekar Muslim Indonesia, Forum Aksi Alumni Kampus Seluruh Indonesia serta UI Watch yang mengusung slogan Veritas, Probitas, justitia menyemarakkan aksi yang dimulaI ba'da sholat ashar hingga menjelang sholat maqrib. Senayan, 16 April 2026 (red)

×
Berita Terbaru Update