kontakpublik.id, PANDEGLANG--Si jago merah (api) mengamuk di pasar Baru Labuan menyebabkan kebakaran hebat yang menghanguskan belasan kios dan rumah warga yang menimbulkan kerugian material ratusan juta. Diduga Peristiwa ini seringkali dipicu korsleting listrik, merembet cepat pada bangunan berbahan kayu, dan membutuhkan unit pemadam kebakaran untuk memadamkan api.
Musibah kebakaran melanda kawasan padat penduduk di Pasar Baru. Amukan "Si Jago Merah" dilaporkan mulai membesar saat sebagian besar warga tengah menunggu buka Puasa pada sore menjelang magrib Api dengan cepat merambat, menciptakan kobaran besar yang membumbung tinggi dan memicu kepanikan di lingkungan sekitar.
Perjuangan memadamkan api menjadi potret nyata solidaritas masyarakat, pemadaman dilakukan secara kolaboratif melibatkan berbagai unsur
Belasan kios di Pasar Baru Labuan terbakar yang dikelola oleh PT Sinar Labuan Sejahtera (PT SLS), tepatnya di Blok Pasar Ikan, Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, pada Minggu (22-2-2026) sekira pukul 17.58 WIB. Api dengan cepat membesar dan melahap sejumlah kios pedagang di area tersebut.
Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dan menarik perhatian warga sekitar yang langsung berhamburan ke luar pasar.
Sejumlah warga tampak berupaya memadamkan menyelamatkan barang dagangan yang masih bisa dievakuasi. Namun, kobaran api yang cepat merambat membuat sebagian besar lapak tidak dapat diselamatkan.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik dari salah satu kios. Material yang mudah terbakar seperti kayu dan plastik mempercepat penyebaran api ke kios-kios lainnya.
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya pemadaman. Proses pemadaman sempat terkendala akses jalan yang sempit dan padatnya area pasar.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materiil diperkirakan cukup besar karena banyaknya kios yang hangus terbakar.
Salah satu warga sekitar, sebut saja Rahmat (45), mengaku melihat api muncul dari salah satu kios sebelum akhirnya membesar.
“Awalnya cuma asap kecil, lalu tiba-tiba api membesar. Pedagang langsung panik dan berteriak minta tolong,” ujarnya.
Sementara itu, Siti (38), warga sekitar, mengaku terkejut ketika dirinya tiba-tiba melihat ada asap hitam membungbung tinggi dari kediamannya.
“Rumah saya kan dekat lokasi kebakaran, awlanya kaget liat ada asap hitam dari teras rumah, dikira ada Yang lagi bakar sampah ternyata kebakaran,” katanya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak terkait masih melakukan pendataan jumlah kios terdampak serta penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kebakaran dan total kerugian yang dialami para pedagang. (Rudi Bako/iL)
