kontakpublik.id, SERANG--Komentar dan pertanyaan Dikdik Sadikin melalui Satupena, 3 Oktober 2026 terhadap paparan saya : "Hasil Kerja Wantimpres Skan Tampak Dalam Pelaksanaan Program Pemerintah Yang Lebih Baik", daya kira justru selaras dengan pernyataan Rocky Gerung yang memberi keterangan terhadap wartawan seusai acara pelantikan Wantimpres di Istana Merdeka, Jakarta, untuk mengkritisi program pemerintah dengan memberikan peringatan, pertimbangan dan keputusan untuk dilakukan Presiden dalam menjalankan program kerjanya.
Fungsi dan tugas Wantimpres memang dilandasi oleh tanggung jawab etis, bulan politis seperti yang garus dilakukan Kabinet Merah Putih untuk melaksanakan tugas dari Presiden.
Lalu pertanyaan dari Dikdik Sadikin mengenai bekerja dalam senyap tidak harus kehilangan suara kritis, ternyata memang senada dengan pernyataan dan Rocky Gerung tadi seperti yang saya maksudkan itu.
Masalahnya yang muncul kemudian, terkait pada sikap Wantimpres yang terpaksa harus membungkam karena diwajibkan untuk diam untuk tidak lagi mengkritik seperti saat belum masuk ke Istana seperti yang sudah biasa dilalukan oleh Rocky Gerung sebelum menjadi Wantimpres.
Ya, katena landasan pijak Wantimpres adalah etika -- etis -- makan akan menjadi tidak etis bila setelah menjadi Wantimpres masih mau melakukan kritik terhadap kebijakan perintah secara terbuka untuk menjadi konsumsi publik. Toh, semua saran dan pertimbangan Wantimpres akan didengar dan diperoleh langsung oleh Presiden dari Wantimpres. Suata Ricky Gerung saya percaya akan tetap kritis, tetapi tidak tidak untuk Istana, wabil khusus pada Presiden. Toh. apa yang perlu atau apa yang patut serta hendak dikatakan kepada Presiden sudah memperoleh ruang yang terbuka bebas dan kuas untuk dipaparkan.
Mengenai anggapan kesulitan untuk mengukur keberhasilan Wantimpres hanya dengan melihat membaiknya pelaksanaan program yang dilakukan pemerintah, memang relatif sulit jika tidak cukup bekal pengetahuan dan keahlian serta daya analisis yang komprehensif dengan berbagai cabang ilmu dan pengetahuan serta pengalaman empiris mengikuti perilaku pejabat negara dari berbagai model san karakter -- tidak hanya sebatas psikologis tapi juga historis hingga kitmen sosial dan spiritual yang bersangkutan. Demikian juga dengan kondisi ekonomi yang membaik, pelayanan publik yang semakin bagus, program MBG tidak lagi menimbulkan masalah, Koperasi Desa Merah Putih dapat berjalan bagus dengan bukti keterlibatan warga masyarakat dan membaiknya kondisi ekonomi di pedesaan, itu artinya hasil oleh pikir dan buah pertimbangan yang diberikan oleh Wantimpres telah berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan, bukan hanya oleh Presiden, tetapi juga bagi Wantimpres. Bila tidak, toh setiap pihak -- Wantimpres maupun Presiden -- dapat melakukan pemutusan hubungan kerja seperti kontrak antara kaum buruh dengan majikan. Utamanya bagi Wantimpres tidak harus membebek dengan kehendak dan keinginan Presiden yang membutuhkan pertimbangan dan pendapat hingga usulan Wantimpres.
Lain cerita kalau semua anggota Wantimpres memang bermental penjilat. Namun agaknya mental penjilat itu cukup jauh -- dan dapat dipercaya -- tidak ada pada mental anggota Wantimpres yang sangat mulia itu. Sebab mereka semua bukan sosok manusia yang sedang mencari pekerjaan atau jabatan.
Sangat mungkin memang Rekomendasi dan pendapat hingga usulan Wantimpres kepada Presiden tidak diindahkan -- atau diabaikan -- sehingga kondisi dan situasi di semua bidang dan sektor semakin memburuk akibat Presiden tidak melaksanakan rekomendasi dari Wantimpres, toh dapat dipastikan tidak semua anggota Wantimpres tidak memiliki harga diri yang tinggi -- pasti satu diantaranya akan melakukan aksi protes -- misalnya dengan cara mengundurkan diri. Sebab fungsi dan tugas Wantimpres itu hanya memberi pertimbangan, saran, masukkan atau usulan yang harus dilakukan oleh Presiden. Jadi. ketika Presiden bengal -- ogah menjalankan ide, pendapat serta saran dan usulan dari Wantimpres, apalagi yang diharap jika tidak melakukan aksi pengunduran diri. Sebab untuk.mengumbar curhat kepada publik saat masih menjabat Wantimpres -- jelas tidak etis dan akan memperlakukan diri sendiri. Termasuk yang bersangkutan setelah melakukan aksi pengunduran diri dari anggota Wantimpres. Sebab kerja moral yang dilandasi oleh etika dan moral serta akhlak mulia manusia pilihan seperti Wantimpres, sungguh sepi ing pamrih, rame ing gawe.
Lalu pertayaan Dikdik Sadikin justru tidak mempersoalkan keterwakilan dari semua unsur tokoh masyarakat, tetapi justru jumlahnya kok harus -- cuma -- 26 orang, sekedar dugaan karena saya tidak masuk bisa ikut masuk, atau mungkin juga agar jangan berjumlah 25 seperri bilangan Nabi yang patut diteladani oleh umat beragama yang religius dan memiliki bobot spiritual yang cukup. Saya kita itu saja. Adapun tentang kuantitas memang tidak selalu seiring dengan kualitas, seperti lebih banyak bertanya, biasanya bisa menambah bobot pengetahuan, atau justru menunjukkan kedunguan, seperti bahasa ungkap yang telah menjadi bagian dari trade mark Rocky Gerung yang nakal, usil dan terkadang terkesan jenaka itu Banten, 3 Oktober 2026 (red)
