kontakpublik.id, PECENONGAN--Orang yang dianggap paling bodoh sedunia memang hina, tapi lebih hina lagi orang yang tidak tahu malu. Karena orang bodoh belum tentu munafik, tapi orang yang tidak punya rasa malu cenderung munafik. Penjilat, tidak takut berbohong dan yang lebih parah merasa lebih pintar sedunia. Sehingga tidak mungkin menghirup udara segar di akherat. Karena kelasnya hanya sedunia, tidak termasuk seakherat.
Dan biasanya orang yang merasa paling pintar sedunia itu justru sesungguhnya adalah orang bodoh, orang pandir serta tak merasa dosa ketika berbohong, menipu orang lain. Dan selalu mengklaim mewakili suara rakyat. Padahal kerjanya cuma penjilat pantat penguasa, termasuk majikannya di partI yang cuma membidik kekuasaan.
Jadi kepada orang yang tak ada rasa malu -- yang selalu tampil dengan penuh perasaan lebih pintar sedunia--justru model dari manusia cetakan terbaru yang selalu merasa paling pintar, padahal realitas yang sesungguhnya dungu sedungu-dungunya manusia di dunia.
Sebab orang yang sesungguhnya pintar belum pernah ada yang mengklaim dirinya paling pintar, atau menjustifikasi orang lain itu bodoh. Jidi sikap dan sifat ketololan orang yang baru merasa pintar itu -- padahal hanya sedikit kadar dan karat kepintarannya -- selalu mendahului otaknya dungu itu namun sudah merasa lebih pintar dari orang lain.
Sama juga dengan anggapan orang bodoh itu tidak bisa kaya -- karena tidak pernah bercermin tentang sosoknya sendiri -- dia tidak mungkin mampu memahami bagaimana mungkin banyak orang bodoh yang bisa memiliki kekayaan berlimpah. Seperti anggota parlemen di negeri kanoha misalnya, hanya karena piawai menjilat dan punya nyali untuk menipu dan berbohong seperti kegandrungan orang untuk memiliki gelar dan ijazah palsu -- toh sesungguhnya tidak punya isi kepala yang bisa menerawang isyarat dari langit, karena memang orientasinya cuma dunia semata.
Artinya jelas, antara kebodohan manusia sedunia, tidak sebanding dengan manusia yang tidak memiliki rasa malu sedunia. Karena orang yang tidak memiliki rasa malu sedunia -- bukan hanya gemar menjilat semata -- pasti tidak punya harga diri karena gemar berkata-kata yang tidak sesuai dengan apa yang dia lakukan.
Begitulah orang yang tidak memiliki rasa malu sangat gemar berjanji palsu, bergelar palsu, tak malu berijazah palsu. Apalagi hanya sekedar membuat perjanjian palsu, UU yang dipalsukan seperti produk yang disebut Cipta Kerja yang sudah bolak-balik direparasi oleh Mahkamah Konstitusi, dimana rasa malu para pembuatnya sendiri seperti orang tolol sejagat yang selalu pura-pura tidak tahu bahwa hasil kerja seperti itu sangat memalukan. Pecenongan, 29 Agustus 2025 (red)